Ibu pasti paham bahwa sistem saraf memiliki peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Kesehatan sistem saraf akan menentukan kinerja organ tubuh secara keseluruhan. Untuk itu, Ibu juga perlu mengetahui fungsi sistem saraf supaya bisa memaksimalkan pertumbuhan anak serta menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kinerja sistem sarafnya. 

Sistem saraf merupakan jaringan kompleks yang memiliki peran penting untuk mengatur setiap fungsi dalam tubuh. Ada beberapa fungsi sistem saraf yang mungkin sering Ibu dengar, antara lain fungsi untuk berpikir, berbicara, bergerak, melihat, mendengar dan mengatur kinerja organ lainnya. Sistem saraf ini terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, organ-organ sensorik (seperti mata, telinga, hidung, kulit, dan organ lain), serta semua saraf yang menghubungkan organ-organ tersebut dengan seluruh bagian tubuh. Lalu, bagaimana fungsi sistem saraf bisa bekerja? Nah, sistem ini bekerja dengan cara mengambil informasi melalui bagian tubuh tertentu, kemudian memproses informasi tersebut, hingga bisa memicu reaksi. Sebagai contoh, reaksi yang ditunjukkan adalah bernapas, merasakan sakit, mencium wewangian, menggerakan otot, dan lainnya. 

Dalam menjalankan kerjanya tersebut, sistem saraf terbagi menjadi dua kelompok besar lho, Bu, di antaranya sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, sementara sistem saraf tepi terdiri dari saraf somatik dan saraf otonom, fungsi sistem saraf ini dapat menghubungkan saraf pusat ke seluruh tubuh anak. Setelah mengetahui kinerja sistem saraf dalam tubuh, saatnya Ibu memahami lebih jauh tentang fungsi sistem saraf dari penjelasan di bawah ini ya!

  • Fungsi Sistem Saraf 

Seperti yang sudah dijelaskan, fungsi sistem sarah yang paling utama adalah untuk menerima, mengolah, dan menyampaikan rangsangan dari seluruh organ tubuh. Untuk lebih jelasnya, berikut fungsi sistem saraf manusia secara umum:

  • Mengumpulkan informasi dari dalam dan luar tubuh (disebut fungsi sensorik)
  • Mengirimkan informasi ke otak dan sumsum tulang belakang
  • Memproses informasi di otak dan sumsum tulang belakang (disebut fungsi pengatur)
  • Mengirimkan informasi ke otot, kelenjar, dan organ lain sehingga dapat merespon dengan tepat (disebut fungsi motorik)

Fungsi sistem saraf secara keseluruhan akan berjalan dengan baik jika ada koordinasi antara fungsi sensorik, fungsi pengatur, dan fungsi motorik. Namun, fungsi sistem saraf tidak sampai di situ saja, Bu, fungsi sistem saraf lebih luas dibedakan berdasarkan dua kelompok besar yang tadi dijelaskan, yaitu fungsi sistem saraf pusat dan fungsi sistem saraf tepi. Keduanya memiliki fungsi masing-masing yang perlu Ibu ketahui.

  1. Fungsi sistem saraf pusat
    Otak dan sumsum tulang belakang berfungsi untuk menerima informasi atau rangsangan dari seluruh bagian tubuh, kemudian mengendalikan informasi tersebut untuk menghasilkan respons tubuh.
  2. Fungsi sistem saraf tepi
    Secara garis besar, fungsi sistem saraf tepi adalah menghubungkan respons sistem saraf pusat ke organ tubuh lainnya. 

Itulah gambaran umum fungsi sistem saraf yang memiliki peran penting dalam kinerja organ tubuh anak. Nah, ada cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan fungsi sistem saraf tersebut, salah satunya dengan memenuhi asupan nutrisi harian si Kecil. 

Makanan yang Dapat Meningkatkan Fungsi Sistem Saraf

Supaya bisa berkembang dan berfungsi secara optimal, si Kecil membutuhkan asupan bergizi dari pola makannnya sehari-hari. Ini karena fungsi sistem saraf sangat berpengaruh terhadap kecerdasan, daya ingat, sikap, serta kemampuan organ tubuh dalam beraktivitas. Berikut rekomendasi makanan yang dapat meningkatkan fungsi sistem saraf:

  • Makanan Sumber Asam Lemak Esensial

Asam lemak omega 3 dan omega 6 sangat dibutuhkan si kecil untuk meningkatkan perkembangan fungsi otak dan sistem saraf. Selain itu, nutrisi ini juga dapat membantu pembentukan sel, melancarkan aliran darah, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Ibu dapat memberikan nutrisi ini melalui makanan seperti susu, telur, ikan tuna, dan kacang-kacangan.

  • Makanan Sumber Vitamin B1

Vitamin B1 termasuk vitamin yang bisa membantu meningkatkan fungsi sistem saraf si Kecil. Melansir laman resmi National Health Service, studi menunjukkan bahwa kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan daya ingat anak kurang dan sulit konsentrasi karena fungsi sistem sarafnya melemah. Supaya si Kecil mendapatkan asupan vitamin B1 atau disebut juga tiamin, Ibu bisa memberikan makanan-makanan, seperti ikan salmon, daging sapi, hati sapi, kacang-kacangan, kembang kol, kentang, kale, dan asparagus. 

  • Makanan Sumber Vitamin B12

Kelompok vitamin B kompleks yang bisa membantu meningkatkan fungsi sistem saraf adalah vitamin B12. Penelitian juga menunjukkan anak yang kekurangan vitamin B12 akan berpengaruh terhadap daya ingat dan memorinya. Contoh makanan sumber vitamin B12 terbaik adalah ikan salmon, ikan tuna, ikan sarden, daging sapi, hati sapi, susu, yogurt, dan telur.

  • Makanan Sumber Folat

Folat juga penting bagi anak-anak. Folat adalah vitamin B yang sangat penting untuk perkembangan tubuh yang sehat dan fungsi sel anak. Makanan kaya folat dan memiliki sumber nutrisi terbaik di dunia antara lain sereal gandum, sayuran berwarna hijau seperti brokoli dan bayam, serta biji-bijian. 

  • Makanan Sumber Kalium

Asupan kalium dalam tubuh cukup penting untuk mendukung kelancaran aliran sinyal saraf serta kesehatan sistem saraf secara keseluruhan. Kehadiran kalium ini dibutuhkan oleh sistem saraf otonom yang termasuk ke dalam bagian sistem saraf tepi. Selain membantu meningkatkan fungsi sistem saraf, kalium juga bisa membantu menjaga kesehatan otot tubuh. Beberapa makanan sumber kalium antara lain pisang, brokoli, kentang, ubi, labu, bayam, tomat, alpukat. 

  • Makanan Sumber Protein

Selain asam lemak, vitamin, dan mineral di atas. Protein juga bisa membantu meningkatkan fungsi sistem saraf anak. Ini karena protein memiliki fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh. Di dalam tubuh, protein ini akan dipecah menjadi bentuk lebih sederhana yang disebut asam amino. Kehadiran asam amino sangat penting, terutama 9 asam amino esensial (9AAE) karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga perlu bantuan dari makanan yang mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya. 

Protein hewani adalah jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati. Sebab, protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. Sementara, kebutuhan 9AAE juga harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembang anak lebih optimal. ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin. Jika kekurangan satu jenis asam amino esensial, maka akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan oleh tubuh anak. Hal ini dibuktikan juga dalam sebuah penelitian di National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan satu jenis 9 asam amino esensial (9AAE), maka akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 34 persen. Sementara, kekurangan semua jenis 9 asam amino esensial (9AAE) akan menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) sebesar 50 persen. Selain itu, 9 asam amino esensial (9AAE) juga berfungsi untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh, sebagai sumber energi, membangun antibodi, serta dapat mengangkut zat gizi pada tubuh si kecil.