Senang ya, Bu, saat melihat tumbuh dengan sehat. Berbagai upaya pun akan dilakukan oleh orang tua agar anak selalu dalam keadaan sehat. Bila akhirnya jatuh sakit, ingin sekali rasanya menggantikan dirinya.

Anak sehat tidak hanya diukur dari luar saja, tapi juga dari dalam. Artinya, anak sebaiknya sehat dalam segi fisik dan psikisnya. Lalu, bagaimanakah cara mengetahui kalau anak sehat secara keduanya? Departemen Kesehatan RI menetapkan ciri-ciri anak yang sehat adalah sebagai berikut:

Sehat Secara Fisik

Anak yang sehat secara fisik dapat dilihat dari pertumbuhan tubuhnya yang meliputi:

  • Tinggi badan bertambah sesuai dengan usianya.
  • Berat badan terus naik sesuai dengan usianya.
  • Tulang dan otot bertumbuh dengan baik.
  • Anak bergerak aktif dan dapat mengikuti kegiatan fisik dengan baik.
  • Kecerdasannya bertambah sesuai usianya.

Sehat Secara Psikis

Dari segi psikis, anak sehat akan memiliki beberapa ciri berikut ini:

  • Pintar dan lancar berbicara
  • Responsif ketika diajak berbicara
  • Selalu nampak ceria
  • Peka terhadap sesuatu

Supaya anak sehat secara psikis, Ibu perlu memberikan stimulasi berupa:

  • Ajak bermain permainan edukatif, seperti puzzle, plastisin, balok susun.
  • Saat anak bermain, berikan pendampingan dan hanya fokus terhadap anak.
  • Jauhkan gadget Ibu untuk sementara saat menghabiskan waktu bersama anak.
  • Sering mengajak anak mengobrol.
  • Membacakan buku atau mendongeng untuk anak.
  • Mengajarkan tentang empati pada anak.

Sehat Secara Sosial

Anak sehat secara sosial bisa dilihat dari:

  • Mudah bergaul dan menyesuaikan diri dengan orang dan lingkungan di sekelilingnya.
  • Merasa senang ketika bersama teman-temannya.
  • Mau berbagi bersama teman-temannya.

Untuk mendukung anak supaya selalu sehat secara sosial, lakukanlah beberapa cara berikut ini:

  • Membiasakan anak bermain bersama anak-anak lainnya.
  • Mengajarkan untuk senang berbagi kepada orang lain.
  • Sering mengajak anak untuk bertemu dan menyapa orang lain.
  • Menanamkan sifat pemberani dan ramah kepada anak.

Ketahui Tanda-tanda Gangguan Kesehatan pada Anak

Banyaknya penyakit yang berkeliaran saat ini membuat Ibu harus waspada. Ibu pun perlu mengetahui tanda-tanda gangguan kesehatan pada anak supaya bisa segera melakukan tindakan pengobatan. Berikut adalah beberapa tanda saat anak sakit:

  • Demam tinggi. Segera bawa anak ke dokter saat anak mengalami demam tinggi dengan suhu:
    • 37,8 derajat pada bayi berusia di bawah 3 bulan
    • 38,3 derajat pada bayi berusia 3-6 bulan
    • 39,4 derajat pada bayi usia 6 bulan-2 tahun
  • Demam diiringi sakit kepala. Bila anak mengalami demam yang diiringi sakit kepala, ruam kemerahan di kulit, atau leher kaku, jangan tunda untuk membawanya ke dokter ya, Bu. Gejala-gejala tersebut bisa jadi merupakan pertanda bahwa anak menderita meningitis dan harus segera mendapatkan perawatan medis.
  • Demam tak kunjung sembuh. Anak yang mengalami demam selama 1-3 hari itu masih tergolong wajar, Bu. Namun jika sudah lebih dari lima hari demamnya masih belum turun meski sudah diobati, maka segera bawa ia ke dokter. Ini merupakan tanda bahwa anak mengalami infeksi yang terlalu kuat dan anak membutuhkan penanganan lebih lanjut dari dokter.
  • Sakit kepala disertai muntah. Saat anak sering mengeluh sakit kepala di pagi hari atau sering terbangun pada malam hari karena merasa nyeri kepala, bisa jadi ia mengalami migrain atau kondisi lainnya yang lebih berbahaya. Langsung kunjungi dokter supaya ia bisa diperiksa.
  • Ruam berbentuk lingkaran. Saat Ibu mendapati anak memiliki ruam merah berbentuk lingkaran yang tidak mau hilang ketika ditekan, kemungkinan anak mengalami reaksi alergi, kelainan darah, atau penyakit Lyme. Segera bawa anak ke dokter jika ia juga mengalami gejala seperti badan lemas, gelisah, dan sulit bernapas.
  • Sakit perut mendadak. Ketika anak tiba-tiba mengeluh perut pada sisi kanan bawahnya sakit, terjadi berulang, dan kesakitan ketika melompat, ada kemungkinan anak mengalami peradangan usus buntu. Segera bawa ia ke dokter ya, Bu.
  • Muntah setelah terjatuh. Anak terjatuh adalah hal biasa, tapi bila setelah itu ia muntah-muntah, bisa jadi anak mengalami cedera pada bagian tubuhnya.
  • Bibir membiru. Bibir yang terlihat kebiruan dan disertai dengan sulit bernapas bisa merupakan gejala anak sedang mengalami serangan asma, reaksi alergi, tersedak, tercekik, batuk rejan, atau pneumonia.
  • Wajah bengkak. Waspadalah jika mata, bibir, serta lidah anak terlihat bengkak, sebab ini merupakan tanda anak mengalami reaksi alergi yang serius. Bila dalam kondisi terparah tidak langsung ditangani, maka dapat mengakibatkan kematian.
  • Tidak buang air kecil selama beberapa jam. Waspada anak dehidrasi jika ia tidak buang air kecil selama beberapa jam dan disertai keluhan berupa mata cekung, badan lemas, kulit kering, serta mulut dan bibir kering. Dehidrasi pada anak harus cepat ditangani, karena jika tidak dapat mengakibatkan syok sampai kematian.

Menjaga anak selalu dalam keadaan sehat mungkin terdengar mustahil ya, Bu. Sesekali anak bisa saja terserang penyakit. Namun Ibu tetap perlu berusaha dan memberikan yang terbaik supaya risiko anak sakit akan berkurang. Yuk, terus berusaha dan semoga anak sehat selalu, Bu.

Sumber:

Klikdokter