ASI adalah nutrisi utama yang dibutuhkan oleh bayi. Untuk itulah terdapat anjuran memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan hingga usia bayi 2 tahun. Sesaat setelah melahirkan, Ibu juga dianjurkan untuk melakukan IMD atau Inisiasi Menyusui Dini. Dari sini Ibu akan belajar cara menyusui bayi yang benar. Bagaimana posisinya, apa yang tidak boleh dilakukan, serta kapan saja perlu menyusui bayi. Bagi Ibu yang sedang berada pada tahap belajar menyusui, bisa mencari informasinya dari uraian berikut ini:

Terapkan Perlekatan yang Benar Sebelum Menyusui

Banyak Ibu yang mengeluhkan putingnya terasa sangat sakit saat menyusui bayinya karena mengalami lecet puting. Hal ini bisa disebabkan oleh kesalahan saat menyusui, Bu. Oleh karenanya, para Ibu harus tahu cara menyusui bayi dengan benar. Sebagai langkah awal, Ibu perlu menerapkan perlekatan (latch on) yang benar terlebih dahulu. Inilah beberapa tahapannya yang bisa Ibu lakukan:

  • Posisikan bayi sejajar dengan tubuh Ibu supaya ia bisa menelan ASI dengan mudah. Perhatikan posisi bahu, telinga, serta pinggulnya ada di posisi yang nyaman.
  • Posisi hidung bayi sebaiknya berhadapan dengan puting langsung tapi jangan sampai hidungnya tertekan karena dapat menghambat pernapasannya.
  • Arahkan dagu bayi sambil mendekatkan bibirnya ke payudara Ibu.
  • Dekatkan dan gesekkan puting payudara ke bibir bayi secara perlahan.
  • Tunggu hingga bibir bayi terbuka lebar sebagai tanda bahwa ia sudah siap untuk menghisap puting payudara.
  • Arahkan mulutnya menuju puting supaya ia bisa menghisapnya dengan lebih mudah.
  • Saat ia sudah bisa menyusu, bibir dan mulutnya akan menghisap puting Ibu untuk mengalirkan ASI ke mulutnya.
  • Jika ia tidak bisa menghisap dengan tepat, coba ulangi tahapannya dari awal. Bila bayi tidak melakukan perlekatan yang benar, maka Ibu biasanya puting akan terasa sakit atau nyeri.

Bagaimana Tanda Perlekatan Menyusui yang Tepat?

  1. IDAI memaparkan tanda perlekatan menyusui bayi sudah tepat adalah sebagai berikut:
  2. Mulut bayi terbuka dengan lebar.
  3. Bibir bawah bayi mengarah keluar.
  4. Dagu bayi menyentuh payudara.
  5. Areola bawah lebih banyak masuk ke mulut bayi daripada bagian atas.
  6. Jika bayi menyusu dengan baik, maka ia akan menghisap secara berirama, pelan, tidak mengeluarkan bunyi berdecak, pipi bayi menggembung, dan Ibu tidak merasa kesakitan.

Tahap Menyusui Bayi dengan Benar

  • Setelah melakukan perlekatan dengan baik, selanjutnya Ibu bisa melakukan beberapa tahapan berikut ini:
  • Posisikan diri Ibu senyaman dan serileks mungkin.
  • Setelah Ibu sudah merasa nyaman, gendong bayi dengan satu tangan sedangkan tangan lainnya mempertahankan posisi payudara.
  • Lekatkan wajah bayi ke payudara dan tempelkan tubuh bayi seluruhnya ke tubuh Ibu agar ia bisa menyusu dengan nyaman.
  • Rangsang area bibir bawah bayi menggunakan puting supaya mulutnya terbuka lebar.
  • Bayi akan memasukkan areola ke dalam mulutnya dan lidahnya mulai menghisap puting untuk mengeluarkan ASI.
  • Saat Ibu ingin berpindah payudara atau menyudahi sesi menyusui, cukup letakkan salah satu jari Ibu ke sudut bibir bayi agar ia melepaskan hisapannya.
  • Jangan menggeser payudara atau melepaskan mulut bayi secara tiba-tiba karena bisa menyebabkan bayi menjadi rewel dan kesulitan menyusu lagi.
  • Bayi akan mengatur kecepatan menyusunya sendiri dan Ibu hanya perlu mengikutinya.
  • Ibu bisa melakukan perpindahan payudara ketika menyusui jika payudara sudah terasa lebih lunak karena ASI di dalamnya sudah berkurang.
  • Teknik menyusui secara bergantian akan mencegah rasa nyeri pada payudara yang masih terisi ASI dengan penuh. Untuk itu Ibu perlu menyusui bayi  menggunakan kedua payudara secara bergantian.

Bagaimana Cara Mengetahui Bayi Masih Ingin Menyusui?

  • Bayi terkadang masih belum puas menyusu dari satu payudara saja. Ibu pun perlu tahu kapan bayi masih lapar dan ingin menyusu. Berikut beberapa cara yang dianjurkan:
  • Berikan rangsangan pada area bibir bawah bayi menggunakan puting payudara.
  • Bayi yang masih ingin menyusu akan memasukkan areola ke dalam mulut dan menghisapnya lagi. Namun jika ia sudah kenyang, ia akan berhenti menyusu dengan sendirinya.
  • Biarkan bayi menentukan sendiri berapa lama ia menyusu sesuai dengan kebutuhannya.
  • Saat bayi sudah puas menyusu, biasanya ia akan tertidur atau berhenti menghisap. Ibu pun sudah bisa melepaskan puting dari mulutnya.

Menyusui Dua Bayi

Tahapan menyusui bayi di atas juga bisa diterapkan pada bayi kembar ataupun dua anak sekaligus yang masih pada usia menyusu. Ibu bisa menerapkan tandem nursing, yaitu proses menyusui dua anak dalam waktu bersamaan. Biasanya, cara menyusui seperti ini dilakukan pada Ibu yang memiliki bayi kembar atau dua anak yang selisih umurnya sangat berdekatan sehingga masih dalam usia memerlukan ASI.

Setelah Selesai Menyusui Bayi

Setelah bayi selesai menyusu, Ibu masih harus memiliki tugas, yaitu menyendawakan bayi. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan udara yang masuk ke perut bayi supaya tidak menyebabkan kembung dan kekenyangan sehingga bisa menyebabkan ia tidak mau menyusu lagi saat waktunya tiba. Selain itu, menyendawakan bayi juga bermanfaat untuk mencegah bayi mengalami muntah karena kekenyangan.

Untuk menyendawakan bayi bisa dengan cara menepuk-nepuk punggung bayi dengan lembut dalam posisi bayi digendong berdiri. Tepuk-tepuk perlahan hingga bersendawa. Bayi mungkin akan gumoh atau mengeluarkan sedikit susu dari mulutnya. Jadi untuk menghindari pakaian Ibu kotor terkena gumoh bayi, letakkan celemek pada pundak, ya.

Saat Bayi Tidak Nyaman Saat Menyusu

Ibu perlu memperhatikan kondisi bayi saat menyusu. Jika ia terlihat rewel dan sering berhenti menghisap tiba-tiba, kemungkinan ia merasa tidak nyaman karena di dalam perutnya kemasukan banyak angin. Ketika hal ini terjadi, coba perbaiki posisi bayi hingga ia merasa nyaman. Namun sebelum itu, ada baiknya jika Ibu menyendawakan bayi terlebih dulu baru kembali menyusuinya.

Sudah tahu kan, Bu, bagaimana cara menyusui yang tepat? Berikan ASI kepada buah hati agar ia mendapatkan nutrisi terpenting yang ia butuhkan di masa tumbuh kembangnya. Yuk, semangat mengasihi bayi!

Sumber:

Hellosehat